Tahu Lontong Blora

by lutfie 6/30/2008 9:28:00 AM

Saat melintas di jalan Majapahit bersama istri semalam, saya teringat email "wisata kuliner" yang dikirim pak  Miko tentang Tahu Lontong Blora Pak Aris. Tak ayal lagi saya berniat untuk mencobanya.

Warung tenda ini terletak tidak begitu jauh dari jembatan penyeberangan Majapahit. Kurang lebih 100-200 meter ke  arah Pedurungan (kiri jalan). Anda akan mudah mengenalinya. Karena adanya "banner" bertuliskan Tahu Lontong Asli  Blora Pak Aris Cabang Citarum.  Didalam warung terlihat dua warga keturunan sedang menikmati tahu lontong. Nah  ini "pertanda" bahwa menu warung ini cukup enak.

Warung ini terlihat cukup nyaman dan bersih.  Dilayani oleh tiga orang, dua elaki dan satu wanita.  Para lelaki  kebagian tugas sebagai pengulek istilah Indonesianya apa ya?) dan pemotong Gimbal/penggoreng telor. Sedangkan  wanitanya, bertindak sebagai penyedia minuman.  Cobek besar terlihat dibagian tengah dengan ulekan yang khas.   Kelihatannya terbuat dari Kayu.  Kayu Jati sepertinya.

Kami memesan tahu lontong.  Dengan cekatan dan gaya duduk yang khas, mas pengulek menanyakan pertanyaan standar,  "cekapan atau pedas ?".  Sedangkan mas pemotong, dengan sigap memotong tahu, gimbal, menggoreng telur dadar dan menyiapkannya dalam piring.  Setelah selesai mengulek, ramuan yang dibuat oleh mas pemotong, langsung diguyur  bumbu kacang/sambal hasil ulekan tadi. Uniknya, mas pengulek, mengulek hanya untuk satu per porsi.  Jika memesan dua porsi, dia akan mengulek dua kali.

Akhirnya pesanan datang.  Hmmm dilihat dari bentuknya, seperti tahu gimbal.  Terlihat satu porsi yang "menggunung"  dengan lelehan sambal kacang yang menimbulkan aroma segar.  Dibalik lelehan sambal kacang, terlihat kecambah dan  irisan kol tipis segar.

Untuk mengurangi rasa penasaran, saya coba mencicipi bumbu kacang tadi.  Voilaaa....ternyata, bumbu kacangnya  benar-benar maknyussss....terasa segar  dan tidak bikin neg.  Berbeda banget dengan tahu gimbal diseputaran  Simpang Lima.  Dari aroma sambal kacang ini tercium bau segar bawang putih.  Ini mungkin yang membuat sambel  kacang tersebut menjadi maknyuss.

Tanpa ragu, akhirnya saya coba menyantap hidangan ini.  Saya coba gimbal udangnya.  Sedikit surprise disini.   Gimbal udang yang saya pikir standar,  ternyata sangat crispy, chruncy dan yummy. Mak legenderr deh rasanya.  Telur dadar yang menyembul juga cukup enak untuk dipadu dengan irisan kol dan kecambah segar.  Terasa lumer  dimulut.  Apalagi dikunyah pelan-pelan.  Sedaaapp..

Akhirnya habis juga tahu lontong. Perut terasa puas dan nikmat.  Patut dikunjungi lagi nih.  Total jenderal, 3  porsi tahu lontong plus es jeruk dan es teh, cukup merogoh kocek sebesar Rp. 18.500,-

Cukup murah dan memuaskan walau saya bukan penggemar tahu gimbal dan sejenisnya. One thumb Up deh alias Jempol gitu...

 

Be the first to rate this post

  • Currently 0/5 Stars.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Tags:

Makan-Makan

Republik Mancing

by lutfie 6/27/2008 2:22:00 PM
Saat Pilgub lalu, berhubung saya bingung mau nyoblos cagub yang mana, akhirnya saya nyoblos udang untuk mancing.  Ya, saya dan tetangga kampung, minggu itu memilih untuk mancing di sekitar pantai Moro, Sayung, Kabupaten Demak.

Berbekal joran, walesan, timah pemberat dan pancing dan semangat untuk mendapatkan krapu dan ceplekan, kami berangkat berdelapan.

Setiba dilokasi, team pemancing senior segera menyebar mencari udang hidup dan udang mati (putihan) untuk umpan.   Sayang sekali udang hidup tidak ditemui.  Mungkin pencari udang sedang nyoblos sehingga minggu itu udang hidup menjadi barang langka.  Puluhan pemancing juga kecewa. Hmmm alamat engga dapat ceplekan nih.  Namun, lumayan lah dapat umpan putihan.  Cukup untuk mancing ikan kecil-kecil.

Lokasi terletak di muara sungai (sekitar jembatan) sebelum pintu masuk pantai moro belok kiri (arah barat).  Disana sudah berkumpul para pemancing dari berbagai wilayah Semarang.  Mereka mengincar ikan yang sama, krapu dan ceplekan.

Jejeran kendaraan bermotor, mobil bahkan sepeda onthel sudah memenuhi pinggir jalan.  Hmm sedikit terlambat sih, namun lumayanlah sebab pasang belum naik.

Peralatan pancing segera digelar dan disiapkan.  Karena engga dapat udang hidup, akhirnya dipilih mata kail yang kecil dan dipasang timah pemberat.  Hari ini pemancing dari kampung saya, dibebani tugas oleh ibu-ibu  agar bisa memancing sebanyak-banyaknya.  Sebab malamnya, ibu-ibu akan menyiapkan barbeque a la ndeso.  Kalo engga dapat ikan, terpaksa deh mancing di Pasar Kobong.  Sebab the show must go on hehehhee

Unik dan enaknya berkumpul dengan pemancing adalah senda gurau yang santai, gocekan, sindiran yang sarkatis namun no hurt feeling dehhh

Gurauan "Mas, lagi ngekum pancing ya ?" kalo kita bolak balik naikin joran tanpa hasil.  Atau "ndi..ki krapu e..." yang lain nimpali "karepmu".  Semua mengalir tanpa beban dan rasa gondok.  Rupanya Guyup, Guyon dan Gayeng adalah motto para pemancing.

Kadang, kalo lagi asyik masyuk dengan pancing, para pemancing terdiam memandangi air sambil memeluk pancingnya.  Berharap dimakan ikan besar.

Jika kehabisan umpan ? hmm bisa minta sama sebelah.  Jika engga punya pancing ? bisa pinjam juga bagi yg kelebihan pancing.

Kadang juga duduk berhimpitan dipinggir sungai, berusaha memancing dilokasi yang sama.  Namun semuanya itu tidak salng sikut, saling pepet atau berebut seperti di dunia usaha.  Rasanya hati culas itu telah dibuang jauh-jauh dari otak pemancing.

Memang memancing memberi kesan malas, namun ditengah lapangan kerja sempit, mancing bisa jadi sumber pendapatan tambahan.  Minimal tidak perlu uang untuk beli lauk.

Ahh rasanya damai dan tentram kalo berkumpul bareng. Coba para petinggi pemerintahan atau perusahaan mencoba belajar pada kehidupan para pemancing.  Mungkin dunia politik lebih adem, karena pasti rapat-rapat politik lebih banyak diisi dengan obrolan tentang dimana banyak ikan, teknik mancing, nyari umpan dan lain-lain :)

Salam Mancing

Be the first to rate this post

  • Currently 0/5 Stars.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Tags:

Jalan-Jalan

Powered by BlogEngine.NET 1.3.1.0
Theme by Mads Kristensen

About the author

Lutfie Royan Lutfie Royan
Saat ini bekerja sebagai IT Pro di lingkungan Windows Server System pada sebuah perusahaan manufaktur di Semarang.

E-mail me Send mail

Calendar

<<  January 2009  >>
MoTuWeThFrSaSu
2930311234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930311
2345678

View posts in large calendar

Pages

    Recent posts

    Recent comments

    Authors

    Disclaimer

    The opinions expressed herein are my own personal opinions and do not represent my employer's view in anyway.

    © Copyright 2009

    Sign in

    Powered By

    Erudeye