D-Day acara memancing di laut lepas hampir tiba. Technical meeting untuk persiapan sudah digelar. Namun, masih ada kegalauan di hati ini. "Sesuatu" yang terasa mengganjal dan mendesak di dada. "Sesuatu" yang saya tunggu namun tak kunjung datang. "Sesuatu" yang menentukan ya tidaknya ikut memancing.
"Sesuatu" itu adalah keberanian. Nyali. Ya... saya belum dihinggapi nyali baja untuk melaut bersama teman-teman se-RT. Masih tersisa rasa takut yang mendalam untuk mengikuti acara menarik itu. Walau teman-teman sudah memberi jampi-jampi kekuatan dengan mengatakan, jangan khawatir kalo mabok laut. Ada antimo. Jangan khawatir tenggelam, ada pelampung. Dan seribu satu cara untuk menumbuhkan keberanian itu.
Jadi gimana dong ? jadi mancing engga ?
Duhai teman, saya berniat mancing namun karena nyali belum datang jua, apalah daya saya menghadapi hati yang tak karuan ini. Saya dengan terpaksa sampai detik ini masih belum berani untuk melempar kail di laut lepas.
Entah kalau pada hari-H, tiba-tiba nyali baja datang menghampiri. Saya pasti memanggul joran untuk melaut bersama.
Sayup-sayup direlung hati terdengar nyanyian "Nenek moyangku...orang pelaut....gagah berani mengarungi luas samudra...menerjang ombak..tiada takut..menempuh badai..sudah biasa..."