Assalaamu'alaikum Warohmatullohi wa barokatuh
Tercekat aku ketika mendengar lagu syukur dinyanyikan saat dasawarsa sriboga. Lagu yang sebelum acara masih aku anggap main-main. Ada perasaan aneh menyeruak didada dan menstimulan mata sehingga tak terasa menjadi penuh air dan siap tumpah.
Kenapa lagu itu begitu menohok kalbu ?
Kukerjapkan mata agar terlihat tak menjadi cengeng. Namun..."rasa" itu semakin menghimpit dada....
Ya Alloh...ternyata hamba-Mu ini kurang bersyukur pada rahmat-Mu
Ya Alloh...ternyata hamba-Mu ini kurang menghargai karunia-Mu
Ya Alloh...Ampunilah segala dosa dan kepongahanku terhadap-Mu
Ya Alloh...tak ingin lagi aku menghambakan diriku pada selain-Mu
Ya Alloh...tak ingin lagi aku membakar surga-Mu
Alhamdulillah....pesta besar akan tiba. Bulan yang suci dan penuh rahmat.
Saat pesta itu akan menjadi pertanda seberapa besar kecintaan kita pada-Mu.
Saat pesta itu akan menjadi pertanda apakah kita akan melupakan pesta itu saat pesta sudah usai.
Sebelum kita berpesta pora, dengan segala kerendahan hati dan lubuk kalbu yang paling dalam...
saya dan keluarga memohon maaf atas segala kata yang terlontar, segala tindakan yang terlepas, segala pikiran yang menghempas sehingga membuat semua teman-teman menjadi tidak nyaman.
Mohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya dan semoga romadlon kali ini bisa menjadi romadlon yang mencerahkan jiwa dan raga kita.
Wassalaamu'alaikum warohmatullohi wa barokatuh
Lutfie dan keluarga